Silaturahmi Alumni UPNVJ Lintas Jurusan sebagai Pra Kongres

Silaturahmi Alumni UPNVJ Lintas Jurusan di CAFE FIFO yang berlangsung dua kali adalah tonggak digagasnya perhimpunan ikatan alumni yang harus diawali dengan Kongres Alumni UPNVJ.

Keinginan Kuat Memiliki Ikatan Alumni UPNVJ

Dengan keinginan kuat dan upaya intensif untuk berhimpun dalam Ikatan Alumni, maka dimulailah pembukaan Kongres Alumni UPNVJ yang Perdana di Gedung Auditorium Fakultas Kedokteran jam 08.00 tanggal 14 Mei 2011.

Kongres Alumni UPNVJ terlaksana dengan Antusias

Masa-masa aktif dalam lembaga kemahasiswaan seperti terulang dalam bertemunya berbagai pendapat pada saat pembuatan mekanisme lembaga perhimpunan Alumni UPNVJ dalam Kongres yang pertama kali terselenggara.

Rapat-Rapat Kerja Maraton Kepengurusan IKA UPNVJ

Semuanya tidak semudah yang dibayangkan, setelah berjalanya Kongres lalu berjalanlah rapat-rapat kerja pembentukan kepengurusan yang begitu dinamis untuk menggambarkan banyaknya aspirasi yang harus diserap.

Menghadiri Undangan Wisuda, Serah Terima Alumni Baru

Tanggung jawab alumni yang paling terus bertambah tiap tahunya adalah bertambahnya kelulusan alumni baru yang siap memasuki dunia kerja, di sini peran alumni untuk mensupport berbagai informasi kebutuhan kerja diuji.

Senin, 26 Mei 2014

PELANTIKAN MPM DAN BEM UPN “VETERAN” JAKARTA 2014 DAN SEJARAHNYA


Senin, 11 Mei 2014 bertempat di Ruang Rapat Rektorat Gd. Jend Sudirman Lt. II UPN “Veteran” Jakarta diadakan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa) dari Gampang Tegar kepada Oktariyanti Mustika dan Serah terima Jabatan Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) UPNVJ dari Moch. Ilham kepada Tri Wijaya Sakti. Pada pukul 09.00 WIB acara dibuka dengan menyanyikan  lagu Mars Bela Negara dengan dihadiri oleh Rektor UPNVJ Dr. Koesnadi Kardi, M.Sc, RCDS, Ketua BPH, para Wakil Rektor, para Dekan, Dir. PPs dan para Undangan lainnya.

Dalam sambutannya Rektor menyampaikan ucapan terima kasih kepada pejabat lama atas peran sertanya sebagai ketua serta pengurus MPM dan BEM di UPNVJ. Tak lupa pula Rektor menyampaikan agar tetap mengaplikasikan Wawasan Kebangsaan, sikap leadership, dan berjiwa enterpreunership. Kepada pejabat MPM dan BEM yang baru Rektor berharap agar bersikap informatif yang bisa mempengaruhi (meng-influence) mahasiswa/i dan bisa bekerja sesuai dengan tugas dan kewajibannya di UPNVJ.

Acara berlangsung khidmat dan ditutup dengan penyematan pin kepada Ketua MPM dan BEM yang baru serta penyerahan piagam penghargaan kepada pejabat lama.

SEJARAH TERBENTUKNYA MPM DAN BEM DI UPNVJ

Bermula dari kebijakan BAKOR atau Badan Koordinasi untuk mengkondusifkan aktifitas kehidupan kampus akibat darikebijakan politik pemerintahan yang masih di jaman itu berimbas pada proses menggeliat kembalinya dinamisasi kehidupan kampus, maka upaya kaderisasi aktifis kampus untuk mengembalikan kepedulian pada bidang-bidang sosial dan politik mulailah mendapat perhatian lagi dari mahasiswa, termasuk juga di UPNVJ.

DIKTI kemudian membuat kebijakan baru lagi yaitu dengan membentuk SMPT atau Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi sebagai keupayaan terhadap canangan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Di UPNVJ pada sekitar tahun 1994  SMPT diketuai oleh Yadi Maryadi, Tahun 1995 oleh Ghozali dan tahun 1996 oleh Rahadian Yuliusman. Pada saat itu sudah mulai tercipta iklim yang kondusif untuk aktifis mahasiswa melakukan upaya mengaplikasikan kebebasan organisasinya dengan Rektor pada saat itu adalah Prof. Sambas Wirakusumah, meskipun dalam hal ini rektor sendiri adalah kakak dari Edi Sudrajat, Menteri Pertahanan pada saat itu.

Pada Periode Rahadian Yuliusman inilah diinisiasi terselenggaranya MBM atau Musyawarah Besar Mahasiswa UPNVJ yang Pertama. Pada saat  tersebut ditengarai sudah mulai mengkristalnya akatifis mahasiswa untuk mengenyam kebebasan organisasi kampus seluas-luasnya. Ketika format SMPT masih berjalan maka MBM-1 yang berlangsung di Vila Cimacan Cisarua ini menghasilkan rumusan STUDENT GOVERMENT sebagai bagian yang tak terpisahkan pada STUDENT MOVEMENT di periode-periode berikutnya.

Student government yang dirumuskan pada saat itu adalah terbentuknya mekanisme Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dalam hal ini BEM ada di tingkatan Universitas (BEMU), di tingkatan Fakultas (BEMF) dan ditingkatkan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) dimana kesemuanya itu adalah Badan Eksekutif atau Eksekutor di masing-masing tingkatan untuk mendinamisasi pemerintahan mahasiswa di organi kemahasiswaan di kampus UPNVJ.

MPM sendiri memposisikan sebagai majelis rendah dan majelis tinggi dalam merepresentasi perwakilan mahasiswa untuk memberikan masukan-masukan program dan kebijakan kepada BEMU dan untuk mengevaluasi kinerja BEMU dan muara akhir dari pertanggunjawaban BEMU.

Sampai akhirnya masuk dalam kepengurusan BEM UPNVJ periode 1997 dijabat oleh Popon Lingga Geni dimana pergerakan mahasiswa sudah mulai mengkristal dengan sering dilaksanakanya MIMBAR BEBAS di kampus-kampus di Indonesia dan juga dengan kampus UPNVJ aktifitas MIMBAR BEBAS dari hari ke hari mulai menggeliat dan intensif saja. Isu utama pada saat itu adalah lamanya Presiden Suharto berkuasa sebagai isu utama demokrasi, isu pelanggaran HAM, isu kemiskinan, isu inflasi ekonomi dan lain sebagainya yang pada prinsipnya sangat terlihat dinamisasi kehidupan kampus dengan otonomi kehidupan kampus yang kental.

MPM dan BEM menjadi motor infrastruktur kehidupan kampus untuk menopang PERGERAKAN MAHASISWA 1998 yang sangat tinggi progresifitasnya. Kampus-kampus yang siap dengan student movement pasti dilatarvelakangi oleh mekanisme organisasi kampus yang bercirikan student government, dan dalam hal ini BEM dan MPM UPNVJ sebagai yang paling siap dibandingkan dengan kampus-kampus swasta lainya, kegiatan divisi eksternal BEM sebagai yang ikut mempelopori Pergerakan Mahasiswa 1998, di situ ada nama Popon Lingga Geni dan Sayed Junaidi Rizaldi yang menjadi motor FKSMJ atau Forum Komunikasi Mahasiswa Jakarta yang bahu membahu membuat forum yang lebih besar lagi secara nasional.

Dari sedikit paparan yang penulis sampaikan sebagai bagian dari pemrakarsa MBM-1 yang kemudian melahirkan student government dengan lahirnya mekanisme MPM dan BEM, ingin disampaikan kepada mahasiswa yang sekarang masih aktif dalam organisasi kemahasiswaan yang sekarang disebut ORMAWA di UPNVJ bahwa baik mekanisme MPM maupun BEM adalah mekanisme yang MURNI LAHIR dari mahasiswa di zamannya, bukan mekanisme atas bentukan rektorat ataupun pihak universitas.

Artinya, kemampuan dan kreatifitas haruslah ditumbuh suburkan untuk mencetak mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis namun memiliki juga kemampuan organisasi yang handal dan independent. Semangat inilah yang ditengarai mulai menghilang di kalangan mahasiswa yang sudah dihinggapi pada sifat hedonis dan masa bodoh terhadap perkembangan lingkungan masyarakat di berbagai bidang haik itu ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya serta pertahanan dan keamanan.

Jika anggota Ormawa kampus UPNVJ membaca ini, maka mulailah banyak keinginan untuk belajar dari apa saja yang bisa membuat daya nalar yang kritis dan berempati pada proses-proses kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus mendapatkan perhatian di luar proses akademis yang sudah memiliki standar sistematika yang baku. Para senior pergerakan mahasiswa akan sangat senang menyampaikan dan berbagi pengalaman yang mencerahkan untuk bersama-sama membangun kesadaran betapa hal-hal yang multi dimensi da kehidupan bangsa dan negara ini masih membutuhkan sentuhan-sentuhan kemurnian pendapat dan pikiran dalam bentuk peran serta idealisme mahasiswa.

Jika para senior pergerakan membaca tulisan ini juga semoga tergugah dari nyamanya zona yang sekarang sudah menghampiri para senior semua yang relatif melupakan adanya kewajiban untuk berbagi ilimu dan pengalaman kepada adik-adik kita di kampus meskipun pada saatnya nanti hanya terbungkus dalam acara ramah-tamah yang dapat menjadi pintu pembuka dialog dengan mereka yang sedang aktif dalam lembaga kemahasiswaan di UPNVJ. Amin.

(BHD/red)

Senin, 12 Mei 2014

POPON LINGGA GENI TERPILIH MENJADI KETUA IKA UPNVJ 2014-2017


Popon Lingga Geni, sosok yang sudah tidak asing lagi di kalangan alumni UPNVJ dalam kiprah peranya pada student movement tahun 1998 di mana pada saat itu yang bersangkutan duduk sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa hasil dari Musyawarah Besar Mahasiswa (MBM) yang Pertama yang membangun tonggak progresifitas pergerakan mahasiswa UPNVJ, yang dibangun mulai tahun1996 dengan kaderisasi pimpinan-pimpinan lembaga kemahasiswaan di UPNVJ secara preogresif.

Pada periode kepengurusan IKA UPNVJ 2011-2014 Popon Linga Geni yang keseharianya aktif bekerja sebagai Direktur di Jaringan Suara Indonesia (JSI) ini duduk sebagai Staff Ahli di IKA UPNVJ, yang peranya signifikan dalam bersama-sama membangun Ikatan Alumni UPNVJ dari kongres yang pertama bersama Mulyadi Widodo sebagai ketua terpilih di perionde 2011-2014. Kepahamanya atas kebutuhan IKA UPNVJ dalam perspektif managerial ke depan atas upaya dukunganya terhadap kepengurusan IKA sebelumnya, menjadi tidak meragukan lagi untuk seluruh Ikatan Alumni Fakultas dan Jurusan memilihnya secara aklamasi sebagai ketua IKA UPNVJ periode 2014-2017.


Seperti kita ketahui bahwa Kongres Ikatan Alumni UPNVJ yang dimulai dari pukul 15.00 hari Sabtu 10 Mei 2014 ini mengagendakan berbagai materi untuk dibahas yaitu di antaranya materi Tata Tertib Kongres yang cukup alot untuk disyahkan sampai masalah kuorum terpecahkan dengan rekomendasi ikatan alumni jurusan yang aktif sebanyak 13 ikatan alumni jurusan dari 14 ikatan alumni jurusan yang aktif hadir dalam kongres. Ciri dinamisasi sangat terlihat dari interupsi dan penyampaian pendapat yang lugas dan toleran, serta pemecahan masalah yang subtantif dan sistematis. Beberapa kali lobi-lobi dilakukan untuk memutuskan Tata Tertib Sidang.

Duduk pada podium sidang terdepan adalah Steering Comittee (SC) yang terdiri dari Bambang Heda (Koordinator), dengan Anggota SC antar lain Agung Priyambudi, Deni Lesmana, Popon Lingga Geni, Yoosca Sakanti Dewi, Himawan Syaputra, Setia Gunawan, Agus Hermanto, Komar dan Tomy Patria dengan jumlah 9 yang hadir dari 11 anggota SC. Dalam hal ini SC yang tidak hadir adalah Boy Priyambodo dan Reza Pahlevi oleh karena berhalangan karena pekerjaan.


Sebelum pembahasan Tata Tertib Sidang, di hadapan 11 delegasi ikatan alumni jurusan dari 14 ikatan alumni jurusan yang aktif, dilakukan LPJ Dewan Pengurus IKA UPNVJ periode 2011-2014. Mulyadi Widodo sebagai ketua menyampaikan paparan pertanggungjawaban dengan lugas dan jelas memaparkan berbagai capaian dan yang belum tercapai dari kepengurusan pada periodenya. Pimpinan sidang yang dipimpin langsung oleh Koordinator SC Bambang Heda yang aktif bekerja di ICDL Indonesia ini mengakomodir 2 sesi pertanyaan dengan masing masing 3 pertanyaan untuk membahas laporan pertanggungjawaban tersebut. Berbagai dukungan apresiatif dan masukan terhadap program-program IKA UPNVJ tersampaikan melalui sesi pertanyaan yang terjadi sangat interaktif dan dinamis. Walhasil sidang memutuskan untuk MENERIMA laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus Ikatan Alumni UPNVJ periode 2011-2014, sampai pada keputusan kepada Ketua Dewan Pengurus dinyatakan DEMISIONER.

Pembahasan Tata tertib Sidang yang dipimpin langsung oleh pimpinan sidang Deni Lesmana yang keseharianya aktif sebagai Direktur Utama di Jaringan Nusantara (Jarinusa), memakan waktu lebih dari 3 jam yang dimulai dari jam 20.00 sampai dengan jam 23.00 lebih menghasilkan kesepakatan pemilik hak suara adalah delegasi 14 ikatan alumni aktif dimana yang hadir sejumlah 13 ikatan alumni aktif. Baru setelahnya dilakukan pembahasan Materi Anggaran Dasar dengan rekomendasi perubahan yang sudah terlebih dahulu dibahas dalam Pra Kongres Ikatan Alumni UPNVJ yang sudah terlaksana terlebih dahulu pada tanggal 3-4 Mei 2014 di wisma TNI Angkatan Udara di Cisarua Bogor. Menitikberatkan pada rekomendasi tersebut, maka pembahasan berjalan lancar dan mengalami sedikit pembahasan panjang pada pasal Anggota Alumni dan periode kepengurusan Dewan Pengurus IKA UPNVJ yang disepakati tetap pada 3 tahun.


Pembahasan selanjutnya adalah GBHP atau Garis Besar Haluan Program Ikatan Alumni dengan rekomendasi perubahan pada pokok bahasan Arah dan Strategi yang merekomendasikan perubahan dia Strategi jangka Pendek. Bahwa strategi jangka pendek lebih mengedepankan pada aspek pembangunan sistim infrastruktur ikatan alumni dengan target capaian pragmatis yang berhasil diurai oleh dewan pengurus periode sebelumnya dalam matrix program yang secara sistematis tergambar dengan jelas aktualisasi sasaranya, sehingga direkomendasikan untuk masuk ke dalam sasaran strategi jangka pendek. Pokok pembangunan database alumni dan pengaktifan ikatan alumni di daerah-daerah di seluruh Indonesia di antaranya mengemuka seiring dengan masukan dari peserta sidang tentang preview yang harus dibangun dalam jangka pendek program ikatan alumni.

Dalam pembahasan materi GBHP, dipimpin oleh Komar sebagai pimpinan sidang yang keseharianya aktif sebagai Manager Regional Asia di Med Jhonson ini merekomendasikan bahwa sasaran strategi jangka pendek secara redaksional direkomendasikan kepada Dewan Pengurus terpilih untuk menyusunya. Hal-hal pada poin-poin strategi jangka pendek tersebut antara lain sebagai berikut :

a. Membangun dan mengembangkan sistem informasi alumni sebagai bentuk profile ikatan alumni dalam angka. (tambahan)
b. Membangun Database alumni yang bisa diakses datanya setiap saat oleh alumni.
c. Memfasilitasi pembentukan Ikatan Alumni Jurusan. (usulan)
d. Membangun jaringan alumni di daerah-daerah di seluruh Indonesia. (tambahan)
e. Penguatan lembaga Ikatan Alumni dan kaderisasi kepengurusan. (tambahan)
f. Perencanaan keuangan lembaga melalui pendirian Badan Usaha dan atau sejenisnya. (tambahan)
g. Prespektif program ikatan alumni dalam menjembatani dan atau menciptakan lapangan pekerjaan. (tambahan)
h. Mengoptimalisasikan kesekretariatan IKA dengan recruitment alumni sebagai officers.
i. Membangun citra positif IKA-UPNVJ di seluruh lapisan masyarakat dalam pengertian luas maupun terbatas.
j. Membangun kemitraan dan melakukan mediasi dengan sivitas akademika UPN “Veteran” Jakarta, kerjasama strategis dengan lembaga pemerintah, swasta nasional, dan internasional baik formal maupun informal agar pelaksanaan program dapat berjalan secara terpadu.
k. Meningkatkan partisipasi dan sikap proaktif dalam menyikapi fenomena yang berkembang di masyarakat.

Sampai setelah GBHP disepakati untuk ditutup pembahasanya dan direkomendasikan pada poin sasaran strategi jangka pendek, maka masuklah pada agenda pembahasan Mekanisme Pemilihan yang masih dipimpin oleh Komar sebagai Pimpinan Sidang, yang menghasilkan Kopisi Pemilu yang terdiri dari Tomy Patria Edwardi yang berkarir di PNS di salah satu Kecamatan di Tangerang Selatan yang sedang berencana maju sebagai Calon Wali Kota Tangerang Selatan. 2 anggota yang lainya adalah Zulhar Mochdar dan Edward keduanya profesional di bidang Organizer dan Marine Survey.

Bahwa beberapa hari sebelumnya santer diberitakan akan ada 3 calon yang akan mengisi bursa, diantaranya Mutiara Hanum seorang Kombes yang aktif di kepolisian dan Kolonel Agus yang aktif di Angkatan Darat. Namun sampai dengan Komisi pemilihan berjalan hanya ada 1 nama yang masuk mengisi formulir pendaftaran Calon Ketua yaitu Popon Lingga Geni. Pada akhirnya ke-13 Delegasi dari 14 Ikatan Alumni yang aktif di UPNVJ, keseluruhanya memilih secara aklamasi kepada Popon Lingga Geni sebagai Ketua Terpilih periode 2014-2017. Sangat layak untuk disyukuri bahwa setidaknya rantai bangunan IKA UPNVJ akan link match dengan periode kepengurusan sebelumnya yang diketuai oleh Mulyadi Widodo sebagai yang bersama-sama menggawangi lahirnya Ikatan Alumni melalui kongres yang formal dan dinamis.

Untuk selanjutnya Popon Lingga Geni sebagai ketua Umum Dewan Pengurus IKA UPNVJ menunjuk Suparwo Abdullah seorang entepreanur di berbagai bidang untuk mendampinginya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) IKA UPNVJ. Hal yang kembali berulang adalah bahwa Popon Linga Geni kebetulan dari angkatan 1994 sama seperti dengan Mulyadi Widodo, dan Suparwo Abdullah adalah angkatan 1993 sama seperti Setia Gunawan juga berasal dari angkatan 1993. Setia Gunawan sekarang diketahui aktif sebagai Pemimpin redaksi di Majalah Celular ternama yang buku-buku panduan pengenalan produk celularnya bisa dengan mudah didapatkan di toko-toko buku ternama.

Dengan terpilihnya Popon Lingga Geni sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni UPNVJ dan Suparwo Abdullah yang mendampinginya sebagai Sekjen IKA UPNVJ, maka periode kepengurusan 2014-2017 resmi berjalan SELAMAT dan SUKSES. Dan dengan mengucapkan Syukur walhamdulillah, Kordinator SC menutup secara resmi Kongres Ikatan Alumni UPNVJ dengan mengucapkan Hadza Wallah Yar 'Ana Wayagh Fadzna, Walhamdulillahirobbil'alamin.

(BHD-red).

SAMBUTAN REKTOR DALAM KONGRES IKATAN ALUMNI UPNVJ


Rektor UPN Veteran Jakarta berkenan hadir dalam  memberikan dukungan dan sambutan atas dilaksanakanya Kongres Ikatan ALumni UPNVJ ke-2, berlangsung di Buperta Cibubur pada tanggal 10-11 Mei 2014. Mobil rektor memasuki halaman lobi gedung pertemuan Cut Nyak Dien saat kongres belum dimulai sekitar jam 11 siang hari sabtu 10 Mei 2014, disambut langsung oleh Ketua Umum Ika Sdr. Mulyadi widodo yang akan segera mengakhiri jabatanya di periode 2011-2014 ini.

Berhubung Kongres belum dimulai oleh karena masih menunggu peserta kongres yang sebagian besar masih dalam perjalanan, maka dilakukanlah ramah tamah dengan panitia pelaksana dan pengurus IKA UPNVJ. Keakraban yang tercipta atas perhatian besar Rektor terhadap Ikatan Alumni UPNVJ berlanjut pada makan siang bersama di Wisma Ken Dedes sambil dilakukan diskusi interaktif tentang berbagai hal baik tentang topik kampus maupun di luar kampus. Topik tentang politik yang sedang menghangat juga tidak terlepas dari diskusi interaktif secara informal tersebut.

Setelah rektor acara makan siang bersama dan diskusi interaktif dengan alumni, Rektor menunaikan Shollat Dzuhur yang dilanjutkan dengan acara resmi sambutan pelaksanaan kongres ikatan alumnni UPNVJ di gedung serba guna Cut Nyak Dien, dimana sudah terpasang rapi sekitar 150 tempat duduk dengan podium kongres dan back drop besar pelaksanaan kongres. Pada saat itu peserta kongres yang sudah hadir menempati tempat duduk kongres untuk mendengarkan sambutan rektor dengan penuh perhatian dan semangat.

Rektor memberikan sambutan bahwa pada tahun 2014 ini juga status kenegerian UPNVJ sudah akan terealisasi dengan sudah diserahkanya aset bergerak dan aset tidak bergerak ke Dikti. kekurangan persyaratan yang lain adalah UPNVJ harus menyediakan lahan seluas 25 Ha lagi untuk area pembangunan kampus yang baru sebagai sarana kegiatan belajar dan mengajar civitas akademika UPNVJ. Dalam hal penyediaan lahan tanah, UPN Veteran Jakarta lah yang masih harus paling luas penyediaan penambahan lahan tanahnya dibandingkan dengan UPN Veteran Yogyakarta dan UPN Veteran Jawa Timur yang sama-sama akan berubah menjadi negeri yang sudah berproses dari tahun 2010 silam.

Disebutkan oleh rektor bahwa kita semua layak untuk bersyukur karena 25 Ha lahan yang dimaksud sudah sedang dalam proses pembebasan yang letaknya sekitar 6 KM dari kampus UHAN - Universitas Pertahanan di Sentul Bogor, namun belum disebutkan pasti di mana tempat lahan yang dimaksud. Rektor juga menyebutkan bahwa dari ketiga UPN, UPNVJ memiliki dana kas yang paling besar dari ketiganya untuk mampu membeli lahan 25 Ha tersebut, sehingga atas akan selesainya pembelian tanah 25 Ha tersebut dipastikan proses kenegerian UPNVJ akan tuntas pada tahun ini juga.

Disampaikan juga bahwa tarik menarik kepentingan antara yayasan pengelola UPNVJ selama ini dalam proses kenegerian UPNVJ menjadi hal yang wajar, namun bahwa keberpihakan akan mutu dan kualitas pendidikan dari setatusnya menjadi negeri adalah hal yang menjadi seseyogyaan untuk membangun universitas yang lebih berkualitas. Tarik menarik tentang SDM yang statusnya akan berubah menjadi pegawai negeri juga tidak kalah pentingnya. namun bahwa dominasi faktor usia menjadi kendala tentang perubahan status karyawan sehingga tidak semua dapat menjadi PNS, walhasil UPNVJ masih harus menanggung biaya gaji karyawan yang statusnya masih sebagai pegawai swasta nantinya.

Rektor mengajak bekerja sama dengan Alumni untuk sama-sama menggunakan lahan 25 Ha tersebut sebelum dibangun untuk berbagai kegiatan yang menghasilkan seperti kegiatan agro bisnis, outbond dan lain-lain, sehingga lahan tetap menjadi lahan yang produktif sebelum dibangun gedung perkuliahan sebagai bagian dari prasyarat kenegerian.

Menyikapi peningkatan kualitas pendidikan dalam rangka menjelang kenegerian, di Fakultas Ekonomi sudah sedang dalam proses penggantian Dekan Fakultas Ekonomi, dimana dari 3 calon Dekan 2 di antaranya adalah lulusan Amerika yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas universitas di fakultas Ekonomi, demikian juga hal yang mendesak segera dilakukan adalah penggantian Dekan Fakultas Teknik, dimana yang seperti alumni ketahui bahwa proses pengaktifan jurusan Tekstil dan upaya alumni untuk berperan serta dalam peningkatan kualitaslulusan sarjana teknik tidak mendapatkan dukungan penuh dari Dekan Fakultas Teknik.

Seminar-seminar tingak nasional dan internasional akan digelar juga oleh pihak civitas akademika UPNVJ yang melibatkan CNSS - Center For National Securities Studies yaitu sebuah lembaga Thing Tank tentang keamanan negara yang selama ini masih berkutat di TNI AU saja yang seyogyanya menjadi lembaga think Tang di TNI secara keseluruhan. Seminar yang lebih dekat akan dilaksanakan akan dihadiri Jenderal purnawirawan Luhut Panjaitan untuk menguatakan wawasan kebangsaan pada generasi terdidik di universitas.

Penyampaian program 3 in 1 yang berisi  Wawasan Kebangsaan, Entepreanurship dan Leadership juga disampaikan berulang dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan universitas yang punya poin penting pada pembangunan CHARACTER yang tidak hanya menekankan pada faktor keturunan atau warisan, di mana unsur 'pengaruh' juga akan menjadi poin penting untuk membangun karakter generasi yang memiliki kualitas tinggi dalam pandangan membangun masyarakat, bangsa dan negara tercinta sehingga negara kita tidak menjadi pengimport kebutuhan keseharian di tengah-tengah melimpahnya SDA yang selama ini hampir semuanya dikelola oleh pihak asing, apatah lagi menjelang perdagangan bebas Asean yang akan diberlakukan di tahun 2015 mendatang.

Mengantisipasi perkelahian antar mahasiswa di kampus, rektor membuat kunci aturan yang menjadi rule sistm yang kondusif untuk mencegah perkelahian mahasiswa, yaitu punshment yang tegas berupa PENGELUARAN langsung terhadap mahasiswa yang: memicu Perkelahian, Mencuru dan Narkoba. Hal ini menjadi rujukan bagi universitas-universitas lain yang selama ini mengenal UPNVJ sering terjadi perkelahian namun 3 tahun belakangan ini justru tidak ada perkelahian mahasiswa, hal yang pantas untuk diapresiasi tentunya.

Dalam sambutan terakhirnya rektor menyebutkan bahwa mahasiswa terbanyak sekarang ini didominasi oleh FIKES atau Fakultas Ilmu Kesehatan, rupanya pemikiran sederhana akan serapan kebutuhan dalam lapangan pekerjaan sangat diminati oleh para orang tua yang menghendaki anaknya lebih cepat mendapatkan pekerjaan dengan kuliah di jurusan FIKES, bahkan sebelum lulus pun permintaan pekerjaan sudah banyak terjadi terhadap mahasiswa aktif.

Selamat dan Sukses menjalankan Kongres Ikatan Alumni UPNVJ.

(BHD-red).