Silaturahmi Alumni UPNVJ Lintas Jurusan sebagai Pra Kongres

Silaturahmi Alumni UPNVJ Lintas Jurusan di CAFE FIFO yang berlangsung dua kali adalah tonggak digagasnya perhimpunan ikatan alumni yang harus diawali dengan Kongres Alumni UPNVJ.

Keinginan Kuat Memiliki Ikatan Alumni UPNVJ

Dengan keinginan kuat dan upaya intensif untuk berhimpun dalam Ikatan Alumni, maka dimulailah pembukaan Kongres Alumni UPNVJ yang Perdana di Gedung Auditorium Fakultas Kedokteran jam 08.00 tanggal 14 Mei 2011.

Kongres Alumni UPNVJ terlaksana dengan Antusias

Masa-masa aktif dalam lembaga kemahasiswaan seperti terulang dalam bertemunya berbagai pendapat pada saat pembuatan mekanisme lembaga perhimpunan Alumni UPNVJ dalam Kongres yang pertama kali terselenggara.

Rapat-Rapat Kerja Maraton Kepengurusan IKA UPNVJ

Semuanya tidak semudah yang dibayangkan, setelah berjalanya Kongres lalu berjalanlah rapat-rapat kerja pembentukan kepengurusan yang begitu dinamis untuk menggambarkan banyaknya aspirasi yang harus diserap.

Menghadiri Undangan Wisuda, Serah Terima Alumni Baru

Tanggung jawab alumni yang paling terus bertambah tiap tahunya adalah bertambahnya kelulusan alumni baru yang siap memasuki dunia kerja, di sini peran alumni untuk mensupport berbagai informasi kebutuhan kerja diuji.

Jumat, 09 Juni 2017

PRA DAN KONGRES 3 IKATAN ALUMNI UPN VETERAN JAKARTA

Foto Kegiatan Kongres 3 Alumni UPNVJ  yang menghasilkan Pembaharuan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) serta Garis Besar Haluan Program Kerja (GBHP) Lembaga Ikatan Alumni. Acara terlaksana pada hari Sabtu tanggal tanggal 6 Mei 2017 bertempat di Kampus Pondok Labu UPN Veteran Jakarta.

... Silahkan Click Gambar ...!!



Foto Kegiatan Pra Kongres 3 Ikatan Alumni UPNVJ, bertempat di Hotel Amoz Cozy Blok M, Melawai Kebayoran Baru Jakarta Selatan, hari Minggu 22 April 2017.

... Silahkan Click Gambar ...!!



Minggu, 05 Februari 2017

Peresmian Sekretariat Bersama Ikatan Alumni UPN Veteran Indonesia


IKAUPNVJ.ORG - Sebagai yang diketahui bersama bahwa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran di Indonesia ada tiga yaitu UPN Veteran Jogjakarta, UPN Veteran Surabaya dan UPN Veteran Jakarta, adalah tiga universitas yang pada mulanya berada di bawah naungan KEMHAN, lalu menjadi universitas swasta murni dan terakhir ketiganya menjadi universitas negeri berdasarkan Kepred di masa terakhir jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.



Dimulai dari kedekatan ketiga universitas saat dalam proses perubahan status menjadi negeri yang secara intensif dikordinasikan oleh Bapak Koesnadi Kardi (Rektor UPN Veteran Jakarta pada masanya), kemudian ketiga UPN Veteran berhasil menyandang status negeri pada bulan Oktober 2014. Dari situlah kemudian sering terjadi diskusi-diskusi membahas tentang status kenegerian oleh berbagai pihak di dalam civitas akademika ketiga UPN Veteran, tidak terkecuali oleh para pengurus ketiga Ikatan Alumni UPN.

 


Ketiga Ikatan Alumni UPN Veteran pun semakin intensif melakukan koordinasi bahkan diskusi-diskusi di forum resmi seperti forum buka puasa bersama, halal bihalal dan terakhir ketiga Ikatan Alumni UPN Veteran mengadakan forum penyatuan misi visi bertempat di UPN Veteran Jogjakarta pada bulan oktober 2016 untuk melahirkan Ikatan Alumni UPN Veteran Indonesia yang menyatukan ketiga Ikatan Alumni UPN Veteran yang ada.



Setelah penyatuan misi dan visi dan kesepakatan bersama pembentukan Ikatan Alumni UPN Veteran Indonesia, tahap selanjutnya adalah kebutuhan tekhnis untuk mewadahi aktifitas atau program-program dari Ikatan Alumni UPN Veteran Indonesia, dan terbentuklah/terpilihlah koordinator atau Ketua Ikatan Alumni Indonesia yaitu Mas SIGIT RAHARJO. Tahap berikutnya adalah mengidentifikasikan bahwa kebutuhan prioritas yang harus diwujudkan adalah Sekretariat Bersama tiga Ikatan Alumni UPN Veteran atau Sekretariat Bersama Ikatan Alumni UPN Veteran Indonesia.

Dan pada kesempatan yang baik pada hari Ahad tanggal 5 Pebruari 2017 dimulakan dari jam 10.00 pagi di gedung Auditorium UPN Veteran Jakarta, dilaksanakanlah PERESMIAN sekretariat bersama Ikatan Alumni UPN Veteran Indonesia yaitu bertempat di kampus Pondok Labu UPN Veteran Jakarta yang patut untuk disyukuri bersama khususnya oleh ketiga alumni UPN Veteran, sehingga ke depannya tergambar dengan sangat jelas berbagai rencana aktifitas program yang utamanya untuk menghimpun dan memajukan alumni UPN Veteran Indonesia dan juga tentu memberikan kontribusi ke almamater tercinta.

Hadir pada kesempatan peresmian itu Pengurus IKA UPN Veteran Jakarta yang diwakili oleh Sekjen IKA UPNVJ dan Pengurus serta hadir pula Ketua Majelis Alumi IKA UPNVJ bersama anggota majelis alumni yang berkesempatan untuk hadir di tengah-tengah kesibukan pekerjaanya. Dari Ikatan Alumni UPN Veteran Jogjakarta dan Surabaya juga menghadirkan perwakilan Pengurus Ikatan alumninya, dan tentu sebagai tuan rumah, Pihak UPN Veteran Jakarta hadir jajaran rektorat khususnya Wakil Rektor III yang membidangi kemahasiswaan dan alumni.

Jayalah Ikatan Alumni UPN Veteran Indonesia, semoga berkekalan dan dapat memberikan kontribusi positif kepada seluruh alumninya serta kepada almamater tercinta UPN Veteran Indonesia. (BHD).

Selasa, 18 Oktober 2016

Pertemuan Ikatan Alumni UPN Veteran Se-Indonesia

IKAUPNVJ.ORG - Hari Sabtu 15/10 terlihat kesibukan Ketua Ikatan Alumni UPN Veteran Jakarta Mas Popon Lingga Geni yang disertai oleh Sekjen Ikatan Alumni Mas Parwo dan Wasekjen Ikatan Alumni Mas Ukie Fajar yang dikenal secara luas menempati posisi jabatan dalam tanda kutip sebagai Warek IV di UPNVJ oleh karena aktivitasnya yang luar biasa demi Ikatan Alumni dan Almamater UPNVJ. Kesibukan itu tidak lain adalah persiapan keberangkatan ke Jogjakarta dalam rangka menghadiri Pertemuan Ikatan Alumni UPN Veteran se-Indonesia dalam rangka koordinasi dan menyatukan misi visi pembentukan Ikatan Alumni UPN Veteran Se-Indonesia.

Di lain tempat,  Ketua Majelis Alumni UPN Veteran Jakarta Mas Mulyadi Widodo bersama senior di Majelis Alumni Bang Kusumardi Subroto dan Bang Dayeng Mulyadi turut pula menghadiri undangan pertemuan Ikatan Alumni tersebut dengan semangat kebersamaan untuk turut serta mensukseskan acara yang dinilai sangat baik sebagai terobosan untuk menyatukan ketiga Ikatan ALumni UPN Veteran yaitu UPN Veteran Jogjakarta, UPN Veteran Surabaya dan UPN Veteran Jakarta.

Berangkat dari kesamaan kampus UPN Veteran, tentu akan memiliki potensi yang strategis dalam kaitan membangun ikatan alumni UPN Veteran yang kokoh dalam mengelola jaringan ikatan alumni yang disertai dengan program kerja yang bermanfaat untuk para alumninya dan almamater. Dalam perubahan status ketiga UPN Veteran dari PTS menjadi PTN tentu perlu untuk menempatkan peran Ikatan Alumni ketiga UPN Veteran dalam mengelola potensi alumni untuk turut serta mendukung perkembangan ketiga PTN UPN Veteran dalam membangun dunia pendidikan yang lebih maju untuk menempatkan keunggulan almamater dalam mendidik generasi bangsa.

Pertemuan ketiga Ikatan Alumni yang dihadiri juga oleh Rektor UPN Veteran Jogjakarta dan Rektor UPN Veteran Surabaya memberikan gambaran akan perhatian yang besar dari para Rektor untuk mendukung perkembangan Ikatan Alumni UPN Veteran dalam eksistensinya sebagai lembaga resmi untuk mengkoordnir para alumninya dalam berbagai aktivitas program yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif mendukung almamater untuk mengembangkan program pendidikan agar mempu meluluskan alumni-alumni yang berkualitas di tengah-tengah masyarakat untuk bersama-sama membangun masyarakay, bangsa dan negara Indonesia tercinta.

Kekhususan ciri ketiga kampus UPN Veteran sebagai kampus Bela Negara juga menjadi poin pembahasan bahwaanya peran serta alumni di tengah-tengah masyarakat diharapkan mampu mewarnai dan memberikan nilai-nilai positif tentang bela negara yang memiliki nilai yang strategis dalam pembangunan Indonesia dengan wawasan kebangsaan beserta nilai-nilai kepemimpinan yang mengutamakan stabilitas dan keamanan negara sebagai pondasi dalam membangun bangsa yang besar, ungggul dan bermartabat.

Sambuatan ketiga Ketua Ikatan Alumni UPN Veteran dan sambutan Rektor UPN Veteran yang hadir memberikan berbagai pandangan dan semangat bersama untuk mengeratkan hubungan Ikatan Alumni ketiga UPN Veteran agar secara kongkrit membentuk Ikatan Alumni UPN Veteran Se-Indonesia sehingga ditandatanganinya kesepahaman antara ketiga Ikatan Alumni Veteran setelah dilakukan diskusi-diskusi yang cukup untuk mewujudkan kesepahaman yang ditandatrangani bersama sebagai menandai berdirinya Ikatan Alumni UPN Veteran Se-Indonesia.

Ikatan Alumni UPN Veteran Se-Indonesia ke depannya sangat diharapkan untuk mampu memberikan kontribusi manfaat yang positif dalam mengeratkan ketiga ikatan alumni UPN Veteran membentuk jaringan ikatan alumni yang kokoh dan berkesinambungan program kerjanya dan diharapkan mampu menuangkan ide-ide kreatif program kerja yang dapat dikerjasamakan di antara ketiga ikatan alumni UPN Veteran tersebut dengan saling bahu-membahu dalam koordinasi dan kmunikasi yang efektif melalui jejaring media yang sangat membantu untuk mewujudkan program kerja bersama secara aktual. (red.)

Jumat, 07 Oktober 2016

Musyawarah Besar Ikatan Alumni Kedokteran UPN Veteran Jakarta


IKAUPNVJ.ORG - Alumni Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar Ikatan Alumni Kedokteran yang Pertama kalinya, berlangsung di Auditorium Fakultas Kedokteran pada hari Ahad, 4 September 2016. Musyawarah Besar yang terselenggara dengan sangat efektif ini dihadiri oleh 12 Angkatan Alumni dimulai dari Alumni angkatan 1993 sebagai alumni yang pertama kali diluluskan oleh Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta.

Persiapan yang dilakukan jauh hari sebelum acara Musyawarah Besar secara efektif telah mampu menghantarkan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran memulai mengorganisir lembaga Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta bersama-sama dengan Ikatan Alumni Fakultas dan Jurusan lainya yang berjumlah sekitar 18 Ikatan Alumni Fakultas dan Jurusan.

Dr. Afrijal dari Alumni FK angkatan 1994, jauh hari sudah turut mensupport kesiapan payung hukum Ikatan ALumni FK dengan mempersiapkan draft Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Ikatan Alumni FK UPN Veteran Jakarta serta secara aktif berdiskusi dengan Ikatan Alumni UPN Veteran Jakarta tentang mekanisme penyelenggaraan Kongres atau Mubes dan berbagai kemungkinan tentang bentuk organisasi yang akan dibentuk. Juga tentang pembentukan tim adhoc untuk mempersiapkan AD/ART serta kepanitian tekhnis penyelenggaraan Musyawarah Besar sehingga dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Pada akhirnya, format keorganisasian yang dibentuk adalah Presidium berdasarkan Angkatan yang kemudian mewakilkan anggota Presidium dari masing-masing angkatan serta mengangkat Ketua Presidium atau Ketua Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta yaitu Mayor CKM Dr. ArdiantoPramono, Sp. Rad (K) RI. Dan kepada Ketua terpilih, kita semua berharap besar untuk peran serta Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta untuk turut aktif dalam mendinamisasikan Ikatan Alumni UPN Veteran Jakarta dan bersama-sama turut memotivasi Ikatan-Ikatan Alumni fakultas dan Jurusan lainya untuk segera mengorganisir alumninya untuk membentuk Ikatan Alumni yang solid dan terorganisir dengan baik.

Pada kesempatan yang baik tersebut, Ketua Umum IKA UPN Veteran Jakarta Bpk. Popon Lingga Geni dan Ketua Majelis Alumni UPN Veteran Jakarta Bpk. Mulyadi Widodo berkenan menghadiri Undangan Musyawarah Besar Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran dalam rangka memberikan dorongan dan motivasi untuk penyelenggaraan kepengurusan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta yang pertama kalinya, dengan tentu keduanya memberikan Ucapan Selamat dan Sukses, sekiranya IKA FK UPN Veteran Jakarta ke depanya dapat menjadi mitra yang dinamis dan penuh dengan gagasan program untuk membangun Ikatan Alumni UPN Veteran Jakarta yang lebih maju lagi bersama-sama dengan Ikatan Alumni Fakultas dan Jurusan yang ada.



Seperti kita ketahui bersama bahwa keberadaan Ikatan Alumni baik dari Jurusan, Fakultas dan Universitas memiliki kontribusi yang penting terhadap akreditasi dari Jurusan, Fakultas dan Universitas, sehingga keberadaanya akan sangat dibutuhkan oleh almamater untuk membantu akreditasi dan juga berperan mengkomunikasikan berbagai peluang pekerjaan untuk para Fresh Graduate serta aktifitas lainya berkait pada bidang pendidikan, sosial dan ekonomi di ruang lingkup alumni dan alamamater.
Penganugerahan sebagai ANGGOTA KEHORMATAN ALUMNI FKUPNVJ; 1. dr. Mulyono Sudirman, Sp.B, Sp.OT, FICS MBA (Dekan I / the Founding Father of FKUPN 2. dr. Buddy HW Utoyo, MARS (Dekan periode 2003-2013 (Bapak KBK FKUPN) 3. dr. Maria Silvester Thadeus, M.Biomed (Wadek I periode 2004-2013, Departemen PA FKUPN) 

Ke depan mari kita mengedepankan kebersamaan dengan moto ringan sama dijinjing, berat sama dipikul dalam satu wadah koordinasi lembaga Ikatan Alumni UPN Veteran Jakarta dengan komunikasi yang efektif dan berkesinambungan dan gagasan-gagasan program yang visioner dengan kebermanfaatan yang baik untuk almuni dan almamater.

(BHD-red)

Kamis, 14 Juli 2016

PENMARU UPN VETERAN JAKARTA ANGKATAN 2016/2017


PENGUMUMAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU
PROGRAM DIPLOMA III, PROFESI NERS DAN MAGISTER 
JALUR SELEKSI 

PENGUMUMAN
Nomor : Peng/234/UN61/2016
PENERIMAAN MAHASISWA BARU
PROGRAM DIPLOMA III, PROFESI NERS DAN MAGISTER
JALUR SELEKSI MANDIRI MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI 
UPN "VETERAN" JAKARTA TAHUN 2016

Minggu, 26 Juni 2016

Peta Uni Eropa Tanpa Inggris Seperti Orang Sujud, Pertanda Terwujudnya Nubuwah Nabi?


ELVIPS.COM - Oleh: Dr. Andi Irawan

Uni Eropa (UE) itu kalau pake bahasa harokah adalah representasi khilafah modern hari ini.

Mereka sudah terintegrasi secara ekonomi dengan tingkat integrasi yang paling tinggi (punya mata uang bersama, punya kebijakan moneter bersama, dll). Tinggal 1 tahap integrasi lagi jika punya kebijakan politik dan dipimpin oleh entitas yang diakui bersama secara politik dan hankam.. sesungguhnya inilah bentuk kekhalifahan modern.

Membentuk peradaban yang sangat advance seperti itu butuh waktu yang lama paling tidak minimal 1 abad.

Untuk bentuk struktur peradaban seperti Uni Eropa butuh stabilitas sosial ekonomi politik hankam. Inilah pnjelasan bahwa kekhalifan sangat sulit dihadirkan di timur tengah khususnya dan kawasan Islam lainnya. Karena syarat ini (stabilitas ekosospolhankam) mungkin by design sengaja dihilangkan dengan menghadirkan negara Israel dan beragam agenda konflik sejak PD II sampai hari ini di negeri-negeri yang mayoritas kaum muslimin.

Di sisi lain perilaku struktural sistem ekonomi sospolnya relatif negara-negara eropa hari ini yang paling mendekati dengan parameter peradaban Islam.. menghargai ilmu dan science, transparansi, akuntabel, produktif dan inovatif.

Teringat dengan nubuwah Rasulullah dalam perang Khandaq bahwa Konstatinopel (Turki hari ini) dan Romawi akan ditundukkan oleh kaum muslimin.

Nubuwah tentang penaklukan Konstatinopel telah terjadi melalui Muhammad Alfatih 7 abad silam.

Tinggal penaklukan Rumawi. Hari ini Vatikan berada dalam kekuasaan Rumawi. Artinya ketika vatikan sudah dikuasai Islam maka itu indentik dengan realita nubuwah Rasul tentang penaklukan Eropa (Rumawi).

Menaklukkan Eropa tidak perlu dengan kekuatan senjata.. karena tidak ada barrier struktural kekuasaan yang menjadi penghambat masuknya dakwah Islam ke Eropa hari ini.

Peradaban Eropa hari ini dan uni Eropa sudah compatible dengan peradaban Islam, tinggal mensyahadatkan mereka maka lengkaplah menjadi peradaban bahkan khilafah Islam.

Maka ilustrasi tentang kekuatan Uni Eropa tanpa Inggris yang indentik dengan gambar seorang yang sujud mudah-mudahan bertanda baik bagi dakwah Islam di benua biru. Wallahu'alam.
___
*Nubuwwat Rasulullah tentang penaklukan Konstantinopel (sudah terwujud) dan Romawi (belum terwujud):

عن أبي قبيل قال : كنا عند عبدالله بن عمرو بن العاص وسئل : أي المدينتين تفتح أولا القسطنطينية أو رومية ؟ فدعا عبدالله بصندوق له حلق قال : فأخرج منه كتابا قال : فقال عبدالله : بينما نحن حول رسول الله صلى الله عليه و سلم نكتب إذ سئل رسول الله صلى الله عليه و سلم : أي المدينتين تفتح أولا : أقسطنطينية أو رومية ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : مدينة هرقل تفتح أولا . يعني : قسطنطينية


Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah? Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel. (HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)

Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim. Adz-Dzahabi sepakat dengan al-Hakim. Sementara Abdul Ghani al-Maqdisi berkata: Hadits ini hasan sanadnya. Al-Albani sependapat dengan al-Hakim dan adz-Dzahabi bahwa hadits ini shahih. (Lihat al-Silsilah al-Shahihah 1/3, MS)

posted from Bloggeroid

Jumat, 24 Juni 2016

15 PTN DENGAN PENDAFTAR TERBANYAK PADA SBMPTN 2016/2017


ELVIPS.COM - Pendaftaran SBMPTN telah ditutup pada 22 Mei 2016, kini saat nya adik-adik mempersiapkan diri dan mental dalam menghadapi ujian SBMPTN 2016. Nah, ada info menarik seputar selesainya pendaftaran SBMPTN tahun ini, adalahUNPAD yang masih menjadi primadona pilihan PTN terbanyak pada tahun ini, selain itu UVJ juga sangat menarik diketahui karena masih tergolong Universitas yang tergolong baru negeri dan baru tergabung pada SBMPTN. Berikut ini adalah 15 PTN dengan pendaftar terbanyak tahun ini, apakah salah satunya masuk ke dalam PTN favorit adik-adik ??

PTN Dengan Pendaftar Terbanyak Pada SBMPTN 2016/2017

1. Universitas Padjajaran
2. Universitas Sumatera Utara
3. Universitas Brawijaya
4. Universitas Veteran Jakarta
5. Universitas Indonesia
6. Institut Teknologi Bandung
7. Universitas Diponegoro
8. Universitas Negeri Surabaya
9. Universitas Gadjah Mada
10. Universitas Andalas
11. Universitas Pendidikan Indonesia
12. Universitas Hasanuddin
13. Universitas Airlangga
14. Universitas Negeri Medan
15. Universitas Negeri Jakarta

Demikianlah informasi seputar PTN yang paling banyak pendaftar pada SBMPTN 2016/2017, semoga informasi ini bermanfaat bagi adik-adik dan dapat memacu motivasi serta semangat dalam menghadapi ujian sbmptn tahun ini.

posted from Bloggeroid

Rabu, 20 Januari 2016

Biaya Kuliah UPN Veteran Jakarta

IKAUPNVJ.ORG - Biaya kuliah UPN Veteran Jakarta khususnya untuk tahun akademik 2015 – 2016 ditetapkan atau memakai UKT level tertinggi yakni pada Kelompok VII. Semua mahasiswa baru dibebankan biaya perkuliahan yang sama meskipun latar belakang perekonomiannya berbeda.

Penerapan model seperti ini mirip seperti yang diberlakukan di UI dan ITB. Kedua perguruan tinggi tersebut juga menetapkan biaya kuliah yang sama (satu golongan). Bagi mahasiswa yang berkeberatan dengan UKT atau biaya kuliah tersebut ada mekanisme pengajuan keringanan besaran UKT.

Begitu pula di UPN Veteran Jakarta, mahasiswa dapat mengajukan penurunan UKT melalui formulir yang telah disediakan. Form ini ditujukan kepada tim/pokja Penetapan UKT. Data yang harus diisi mengenai data pendukung yang menggambarkan kemampuan perekonomian orang tua, seperti pekerjaan dan penghasilan keluarga, pengeluaran dan data keluarga, status kepemilikan rumah, alat taransportasi dan lain-lain. Selain itu juga harus menyertakan surat pernyataan yang ditandatangani Ketua RT.



















































Sebenarnya berdasarkan peraturan menteri Riset dan DIKTI, UKT UPN Veteran Jakarta dikelompokkan menjadi tujuh kelompok dengan besaran berbeda menurut program studinya. Pengelompokan ini disusun berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayainya.

Keterangan:
– UKT yang ditetapkan Kelompok VII, bagi yang berkeberatan dapat mengajukan keringanan UKT
– UKT Kelompok I Rp 500.000
– UKT Kelompok II Rp 1.000.000

Berikut ini biaya pendidikan untuk tahun ajaran 2015/2016:

NO PROGRAM STUDI D3 S1 REG PROFESI
1 AKUNTANSI 6.400.000 7.400.000 -
2 FISIOTERAPI 7.000.000 - -
3 KEPERAWATAN 7.300.000 8.000.000 -
4 KEUANGAN DAN PERBANKAN 6.400.000 - -
5 MANAJEMEN INFORMATIKA
6.400.000
- -
6 ILMU GIZI - 7.700.000 -
7 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL - 6.400.000 -
8 ILMU HUKUM - 6.400.000 -
9 ILMU KOMUNIKASI - 6.400.000 -
10 KEDOKTERAN - 22.300.000 -
11 KESEHATAN MASYARAKAT - 7.600.000 -
12 MANAJEMEN - 6.400.000 -
13 SISTEM INFORMASI - 9.100.000 -
14 TEKNIK INDUSTRI - 9.100.000 -
15 TEKNIK INFORMATIKA - 9.100.000 -
16 TEKNIK MESIN - 9.100.000 -
17 TEKNIK PERKAPALAN - 9.100.000 -
18 PROFESI NERS - - 9.800.000
19 PSPD - - 22.400.000


Selasa, 12 Januari 2016

UNDANGAN TEMU KANGEN IKATAN ALUMNI

Kepada YTH.
1. Ketua majelis Alumni
2. Para Ketua Alumni
3. Para alumni Peduli
4. Ketua Koperasi Alumni
5. Para Anggota Pengurus

Di awal tahun 2016 ini, banyak hal masih dapat kita canangkan bersama dalam merencanakan langkah-langkah efektif program lembaga Ikatan Alumni UPN Veteran Jakarta sehinggga dapat mencapai tujuan bersama untuk kemajuan bersama Keluarga Besar Alumni UPN Veteran Jakarta.
Melalui surat ini kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Sdr untuk menghadiri Temu Kangen IKA UPNVJ, Alumni dan Majelis Alumni yang akan diselenggarakan pada :

Hari/Tanggal : Sabtu, 16 Januari 2016 
Pukul : 10.00 s/d 15.00 WIB 
Tempat : CAFE FIFO – GINTUNG CIPUTAT 
Jl. Ir. Juanda No.6 Ciputat – Tangerang Selatan

Agenda : 
1. Silaturahmi Ikatan Alumni, Majelis Alumni dan para Alumni yang berkenan untuk menyumbangkan ide dan pemikiran terhadap Ikatan Alumni
2. Konsolidasi Organisasi
Demikianlah undangan Temu Kangen ini kami sampaikan, terimakasih atas perkenan para alumni untuk hadir tepat waktu.

TERIMA KASIH
Note :
Contact Person 
1. Fajar Basuki, Mobile 0813 1118 6232
2. Vemmy Jayanti, Mobile 0818 841 023

 



Kamis, 07 Januari 2016

Berita BPK tentang UPN Berubah Status Menjadi Negeri

IKAUPNVJ.ORG - Status Universitas Pembangunan Nasional Veteran alias UPN Veteran yang berlokasi di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta akan berubah menjadi perguruan tinggi negeri mulai 6 Oktober 2014. Peresmian PTN baru itu akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Alih status UPN Veteran dengan pertimbangan kesejarahan dan memiliki misi khusus untuk bela negara. Pertimbangan kesejarahan, artinya dulu UPN Veteran pernah berstatus negeri, tetapi kemudian menjadi swasta.

Hal itu dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh yang didampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, seusai menyaksikan penandatanganan serah terima barang milik negara antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jumat (5/9) sore, di Kantor Kemdikbud, Jakarta.

"Ada masalah aset negara Kembalikan saja menjadi milik negara sehingga masalah temuan Kemhan di BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) bisa selesai. Kita berharap akses dan kualitasnya meningkat," ujar Nuh.

Penyerahan aset itu berupa aset tanah dan bangunan dari UPN Veteran Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Penyerahan itu tindak lanjut dari upaya menjadikan UPN Veteran sebagai perguruan tinggi negeri.

UPN Veteran telah melalui verifikasi pengelolaan keuangan. Syarat bagi perguruan tinggi swasta yang akan beralih menjadi perguruan tinggi negeri ialah wajib memiliki dana cukup untuk menyelenggarakan program pendidikan selama enam tahun.

Proses alih status itu diharapkan tetap dapat mewadahi ciri khas bela negara. Selain itu, harus pula dipastikan adanya keringanan biaya pendidikan atau beasiswa bagi keluarga besar purnawirawan TNI/Polri dan wredatama, TNI dan PNS Kemhan/Markas Besar TNI.

"Nilai-nilai bela negara tidak boleh hilang dengan pengalihan status ini. Di UPN Veteran ada kurikulum mata kuliah Bela Negara bagi mahasiswa. Bahkan, kuliah kerja nyata di daerah-daerah perbatasan. Karena memiliki nilai-nilai bela negara ini, UPN Veteran pantas menjadi PTN. Ini trademark (tanda khas) UPN Veteran," papar Purnomo.

Purnomo juga menjelaskan, UPN Veteran dahulu pernah berstatus negeri, tetapi kemudian berubah menjadi swasta. Ketika berstatus swasta, seluruh asetnya masih berstatus milik negara. Hal itu yang menjadi temuan BPK Untuk menyelesaikan masalah atau temuan BPK itu, diputuskan status UPN Veteran dikembalikan menjadi negeri.

Dengan beralih status menjadi perguruan tinggi negeri, UPN Veteran berhak atas bantuan operasional pendidikan dan lain-lain dari pemerintah. Selain hak, UPN Veteran berkewajiban memastikan biaya kuliah yang terjangkau dengan ketentuan uang kuliah tunggal. Dalam kurun lima tahun terakhir, terdapat 24 PTS yang beralih status menjadi perguruan tinggi negeri.

http://www.bpk.go.id/news/upn-berubah-status-menjadi-negeri

Minggu, 30 Agustus 2015

Ikatan Alumni Memberikan Pembekalan Materi Entepreanur Kepada Mahasiswa Baru 2015


Pada tanggal 19 Agustus 2015, Ikatan Alumni berkesempatan untuk memberikan pembekalan materi Entepreanur kepada para mahasiswa baru UPN Veteran Jakarta 2015. Seperti diketahui bahwa mahasiswa tahun ajaran 2015 adalah mahasiswa pertama dalam status UPN Veteran Jakarta sebagai universitas negeri dengan sistim penerimaan mahasiswa baru secara nasional.

Pada tahun  ajaran 2015 ini, UPN Veteran Jakarta telah menerima lebih dari 1400 mahasiswa baru yang masih menyisakan penerimaan mahasiswa gelomobang mandiri sampai pada sekitar daya tampung 1600 mahasiswa baru nantinya. Angka penerimaan ini terbilang kecil oleh karena sarana dan prasarana yang masih terus dikebut, di antaranya pendirian kampus baru di daerah Subang seluas 30 Hektar sebagai bagian syarat kelayakan status penegerian.

Pengenalan dan orientasi kampus hanya diberikan waktu 3 hari dengan hari pertama adalah untuk pengenalan kampus oleh universitas bersama panitia pelaksana dari BEM UPNVJ, hari kedua adalah pembekalan materi-materi di antaranya materi Entepreeanur yang di antaranya melibatkan Ikatan Alumni UPN Veteran Jakarta.

Dari IKA UPN Veteran Jakarta dihadiri olehg pemateri yaitu Sekjen IKAUPNVJ Suparwo Abdullah, Ketua Bidang Pendidikan Bambang Heda dan Wasekjen Vemmy Tweet, lebih banyak menyampaikan materi Entepreanur yang bersifat spirit dan testimoni lapangan tentang bagaimana membangun Kewirausahaan secara teori dan praktek dimana latar belakang organisator akan memberikan aksentuasi yang bermanfaat jika lulusan UPNVJ memilih dunia wira usaha ke depanya.

Namun demikian, sebuah keniscayaan terbesar dari lulusan dari institusi perguruan tinggi tentu lebih diwarnai oleh pola Link and Match sebagai fresh graduate yang akan mengaplikasikan ilmunya pada sejurus dengan bidang akademik yang digelutinya. Memang tidak sedikit juga realitanya yang kemudian langsung terjun ke bidang wirausaha, akan tetapi bahwa menimba pengalaman melalui dunia kerja sebagai pekerja pun dapat menjadi bagian proses seseorang kemudian menekuni dunia usaha, seiring berbagai business opportunity yang terbuka untuk digeluti.


Bebearapa hal key factor untuk menjadiu wirausahawan, pemateri menyampaikan dengan menyitir apa yang menjadi sifat Rosulullah sebagi entepreanur ulung di amanya dengan mengemukakan sifat-sifat entepreanur yang uptudate sampai sekarang yaitu :

SHIDIQ, adalah bermakna BENAR dimana seorang wirausahawan harus bisa mendeskripsikan dengan benar apa Produk dan atau Layananya yang dikelola dengan benar untuk ditransaksikan dengan siapa saja yang membutuhkan sehingga bernilai bisnis.

AMANAH, adalah bermakna PERCAYA dimana seorang wirausahawan harus memiliki sifat yang terpercaya dalam membangun bisnis dan relasi bisnis, dimana kepercayaan akan mampu mendorong laju usaha berkembang mencapai Goal sesuai apa yang telah direncanakan.

TABLIGH adalah MENYAMPAIKAN atau menginformasikan, dimana wirausahawan harus bisa menginformasikan dengan strategis bidang usaha yang dikembangkanya unmtuk mendukung pemasaran produk dan atau layananya sehingga dengan pola manajemen yang bagus yang didukung dengan sistim informasi yang uptodate akan mampu menggerakkan sistim usaha menjadi yang terdepan dalam pencapaian goal bisnis.

FATHONAH, adalah CERDAS diamana seorang wirausahawan harus cerdas membaca berbagai peluang, cerdas mengamankan peluang, cerdas mengelola peluang, cerdas terhadap berbagai hal yang secara signifikan akan mampu memuluskan usaha termasuk didalamnya cerdas dalam membangun network dal lain sebagainya.

Jika ke empat sifat itu menyatu dalam diri seorang wirausahawan, maka niscaya akan menghasilkan produk sukses wira usahawan yang tidak hanya sukses secara material namun juga akan diikuti oleh sukses-sukses lainya yang berdasar pada asas kemaslahatan dimana seorang wira usahawan itu tidak hanya menjamin dirinya namun juga menjamin group besar para pekerjanya yang bergantung kepada sistim usaha yang dikembangkanya. (BHD/red)

Kamis, 13 Agustus 2015

Sejak Beralih Status, UPN Veteran Lebih Diminati


Pendaftar Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran makin bertambah sejak status universitas di bawah naungan Kementerian Pertahanan itu berubah menjadi perguruan tinggi negeri. 

Hal tersebut diakui oleh Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Sari Bahagiarti. Menurut Sari, terjadi penambahan pendaftar yang cukup besar pada tahun ajaran 2014/2015 ini.

Tak hanya UPN Yogyakarta yang bertambah peminat, UPN Veteran Jakarta pun mengalami penambahan jumlah pendaftar.

"Dengan beralih statusnya UPN menjadi negeri, ini tentunya ada penambahan peminat dari tahun ke tahun. Misalnya, pada pendaftaran mahasiswa baru tahun ini, jumlah peminatnya semakin banyak," kata Rektor UPN Veteran Jakarta Koesnadi Kardi kepada Wartakotalive.com, Jumat (5/9/2014) malam.

Lebih lanjut, Koesnadi yang ditemui seusai proses pengalihan aset UPN Veteran yang merupakan milik Kemenhan kepada Kemendikbud, mengatakan, proses alih status dari PTS menuju PTN itu sudah mulai dilakukan semenjak tahun 2010.

Dia mengaku bahwa dalam proses alih status itu ia banyak berjuang lantaran ada pihak yang pro dan kontra. Pihak yang kontra, kata Koesnadi, mempertanyakan dan tak menyetujui bahwa aset harus ikut dialihkan. Akhirnya, perjuangannya membuahkan hasil berupa disetujuinya alih status.

Seperti diketahui, Jumat sore, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyaksikan penandatanganan pengalihan aset UPN Veteran yang merupakan milik Kementerian Pertahanan kepada Kemendikbud.

Proses peresmian UPN Veteran menjadi perguruan tinggi negeri pun direncanakan berlangsung tanggal 6 Oktober 2014. M Nuh mengatakan, peresmian akan dilakukan oleh Presiden.


Dinegerikan, Pendaftar UPN Veteran Bertambah

Pendaftar Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran makin bertambah seiring dengan dinegerikannya perguruan tinggi swasta (PTS) yang berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Hal tersebut diakui oleh Rektor UPN Veteran Jakarta Koesnadi Kardi. Dia mengatakan, dengan beralih statusnya UPN menjadi negeri, tentunya ada penambahan peminat dari tahun ke tahun.

"Misalnya pada pendaftaran mahasiswa baru (maba) tahun ini, jumlah peminatnya semakin banyak," ujar Rektor UPN Veteran Jakarta Koesnadi Kardi, saat berbincang dengan Okezone di Jakarta.

Koesnadi melanjutkan, proses alih status dari PTS menuju PTN tersebut sudah mulai dilakukan sejak 2010. Dia mengaku, dalam proses alih status itu dirinya banyak berjuang lantaran ada pihak yang pro dan kontra.

"Pihak yang kontra mempertanyakan dan tidak menyetujui bahwa aset harus ikut dialihkan. Akhirnya, perjuangan membuahkan hasil berupa disetujuinya alih status," ucapnya.

Tak hanya UPN Veteran Jakarta yang bertambah peminat, UPN Veteran Yogyakarta pun mengalami penambahan jumlah pendaftar.

"Terjadi penambahan pendaftar yang cukup besar pada tahun ajaran 2014/2015," ungkap Rektor UPN Veteran Yogyakarta Prof. Dr. Ir. Sari Bahagiarti.

Seperti diketahui, Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyaksikan penandatanganan pengalihan aset UPN Veteran yang merupakan milik Kemhan kepada Kemendikbud.

Proses peresmian UPN Veteran menjadi PTN pun direncanakan berlangsung pada 6 Oktober 2014. Disebutkan oleh Mendikbud, peresmian akan dilakukan oleh Presiden.

Proses alih status dari Kemhan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebagaimana surat Menteri Pertahanan kepada Menkeu Nomor: B/605/M/IV/2014 tanggal 10 April 2014 diharapkan tetap dapat mewadahi empat pilar.

Pertama, tetap memuat nilai-nilai, ciri khas Bela Negara sesuai cita-cita para pendahulu. Kedua, keringanan biaya pendidikan atau beasiswa bagi putera-puteri dan Keluarga Besar Purnawirawan TNI atau Polri dan Wredatama, TNI dan pegawai negeri sipil (PNS) Kemhan atau Mabes TNI.

Ketiga, aset tanah berupa Barang Milik Negara (BMN) dengan penggunaan sementara. Dan keempat, memberikan peluang karier lanjut bagi Purnawirawan TNI atau Polri dan Wredatama Kemhan.

Sedangkan nilai-nilai yang tidak boleh hilang dari pengalihan status UPN Veteran dari PTS ke PTN adalah keberadaan UPN Veteran sebagai kampus bela negara yang menyertakan kurikulum mata kuliah (matkul) Bela Negara bagi mahasiswanya.

Dalam rangka pengalihan status ini, UPN Veteran telah melalui verifikasi pengelolaan keuangan. Syarat bagi PTS yang akan beralih menjadi PTN adalah PTS tersebut diwajibkan memiliki dana yang cukup untuk menyelenggarakan program pendidikan selama enam tahun.

Dosen PNS Beralih ke Kemendikbud

Dalam rangka penegerian Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), status pegawai negeri sipil (PNS) pun akan berubah ke instansi lain.

Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, perubahan PNS ke PNS lain dalam sistem kepegawaian tidak masalah. Nomor Induk Kepegawaian (NIK) PNS Kemhan menjadi NIK Kemendikbud dibolehkan.

"Swasta menjadi negeri, ini yang saya pastikan kepada rektor. Sejak UPN Veteran swasta, pendanaan sudah mampu berdiri sendiri karena mereka banyak kerjasama dari pihak luar," ujar Purnomo, di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Saat UPN Veteran menjadi negeri, Purnomo berharap, jangan terlalu mengganggu pemerintah. Mereka harus mandiri tanpa membebani pemerintah untuk bisa nantinya mandiri walaupun PTN.

"Dan mereka mampu punya trademark yang cukup baik pada perguruan tinggi bela negara," ucapnya.

Purnomo melanjutkan, dirinya berterima kasih kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh bahwa UPN Veteran ini akan menjadi universitas bela negara.

"Kita berharap, PTN dan juga PTS yang lain menjadi bela negara. Ini sebagai ujung tombak UPN Veteran Yogyakarta, Surabaya dan Jakarta," ungkapnya.

Purnomo menambahkan, pihaknya memiliki Direktur Jenderal (Dirjen) Pertahanan yang tugasnya melakukan pendidikan bela negara.

"Jadi, mohon kami (Kemhan) masih bisa jadi pembinaan bela negara UPN Veteran. Saya percayakan aktif dalam bela negara, untuk PTN lain bisa menjadi perguruan tinggi bela negara, nation and character building," tuturnya.

Jumat, 31 Juli 2015

DISKUSI STATUS NEGERI UPNVJ PADA BUKA BERSAMA IKATAN ALUMNI, MAJELIS ALUMNI DAN REKTOR


Pada penghujung minggu ke-empat hari Jumat 10 Juli 2015, bertempat di VIP Room Resto Rempah Wangi di bilangan jalan Fatmawati, Ikatan Alumni dan majelis Alumni mengadakan buka puasa bersama Rektor baru UPN Veteran Jakarta Prof. Dr. Eddy s. Siradj, M.Sc,Eng selapas 3 UPN Veteran berubah status menjadi Negeri.

Di tengah kemacetyan yang luar biasa karena sepanjang jalan Fatmawati sedang dalam pengerjaan MRT Project, Rektor hadir 30 menit lewat dari waktu yang dijadwalkan yaitu jam 17.00 sambil menunggu beberapa kawan alumni yang belum hadir yang juga dikarenakan terjebak macet yang mengular dari Blok M sampai ke Pondok Labu.

Hadir pada kesempatan buka puasa ini adalah Ketum IKA-UPNVJ Pak Popon Lingga Geni, Ketua Majelis Alumni Pak Mulyadi Widodo serta para Ketua Ikatan Alumni fakultas dan Jurusan atau perwakilan utusanya, sehingga tempat duduk yang dipersiapkan terisi penuh oleh yang hadir untuk bersilaturahim di bulan ramadhan serta berbuka puasa bersama dengan diselingi diskusi yang sangat menarik yang sebelumnya telah dicantumkan dalam agenda undangan.

Setelah beramah tamah menjelang berbuka puasa, kemudian tiba waktunya berbuka puasa yang dipenuhi dengan senda gurau dengan penuh kekeluargaan sambil menyantap hidangan yang memenuhi meja besar panjang, sampai dengan tiba waktunya menunaikan shollat magrib untuk kemudian melanjutkan perbincangan atau diskusi hangat yang dipandu langsung oleh Ketua Ikatan Alumni.

Status Kenegerian UPN Veteran Jakarta

Seperti diketahui bahwa UPN Veteran Jakarta bersama UPN Veteran Jogjakarta dan UPN Veteran Surabaya telah berubah status dari swasta menjadi negeri dengan perjuangan panjang yang bisa dibilang dramatis dengan berbagai tarikan kepentingan yang harus diselesaikan secara elegan dan profesional.

Adalah Rektor UPN Veteran Jakarta sebelumnya, Prof. Kusnadi Kardi yang berjuang bertungkus lumus untuk merubah status UPN Veteran Jakarta menjadi Negeri dengan mengkordinasikan ke dua UPN Verteran senior lainya di Jogjakarta dan Surabaya, yang memiliki latar belakang yang sama untuk sangat layak dirubah statusnya menjadi Negeri.

Hingga pada saatnya UPN Veteran Jakarta menjadi Negeri di bawah Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, maka pergantian Rektor adalah sebuah keharusan sesuai dengan aturan penegeian sebuah universitas. Prof. Eddy S. Siradj menyampaikan dengan detail bagaimana proses penegerian ketiga UPN Veteran sampai dengan beliau diminta untuk menduduki Jabatan Rektor di UPN Veteran Jakarta.

Disampaikan oleh Rektor bahwa status negeri UPN Veteran jakarta adalah pilihan terbaik bersama dua UPN Veteran di Jogja dan Surabaya. Hal-hal yang melatarbelakangi proses penegerian UPN Veteran Jakarta adalah sebagai berikut :

Pertama, Aset tanah dan bangunan yang berlokasi di Pondok Labu adalah murni milik pemerintah yang digunakan oleh Yayasan yang menaungi UPN Veteran Jakarta dari awal berdirinya pada tahun 1963, sehingga pada setiap tahunya ditemui suatu temuan oleh auditor BPK tentang status penggunaan tanah milik negara oleh swasta dalam hal ini Yayasan. Hal ini tentu akan berulang secara terus menerus jika tidak ada kepastian penyelesaian, dan jika penyelesaianya adalah ganti rugi pihak Yayasan ke Negara tentu akan memunculkan angka yang sangat besar jika dihitung dari tahun 1963. Maka solusi terbaik adalah dengan mengembalikan aset-aset ke negara sekaligus merubah status swasta menjadi negeri, dimana dalam hal ini pemindahanya dilakukan dari Yayasan ke Kementerian Riset, teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Kedua, sekitar 60% Staf dan Dosen UPN Veteran Jakarta adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) sehingga memunculkan pertanyaan BESAR bagaimana mungkin universitas swasta menggunakan SDM PNS milik negara yang terhitung dari sejak awal berdirinya UPN Veteran Jakarta. Seandainya mengacu pada temuan BPK untuk pilihan tetap menjadi swasta maka 60% PNS yang ada di UPN harus ditarik ke Kementerian Pertahanan, sesuatu hal yang akan menjadi beban Kemenhan dan menjadi faktor hilangnya 60% SDM di UPN Veteran Jakarta yang bisa memicu kebangkrutan tentunya, sehingga pilihan terbaiknya adalah dengan mengalihkan status swasta menjadi negeri.

Ketiga, Pilihan menjadi negeri adalah oase untuk tumbuh maju ke depanya pendidikan di UPN Veteran Jakarta dengan peluang besar meningkatkan kualitas pendidikan serta sarana dan prasarana pendidikan. Dengan berstatus sebagai negeri maka UPN Veteran Jakarta mendapatkan anggaran DIPA Tahunan yang mencapai  angka 106 Miliar untuk belanja operasional serta berkesempatan untuk memiliki gedung-gedung baru universitas standar negeri, di antaranya akan membuat kampus baru di SUbang Jawa Barat seluas 25 Ha, dan akan membuat fasilitas Rumah Sakit Pendidikan di Limo - Cinere untuk menopang akreditasi fakultas Kedokteran yang sudah memiliki kualitas yang bagus untuk reputasi fakultas kedokteran di Indonesia.

Perkembangan rumor ke belakang tentang goyahnya status negeri adalah hal yang sangat tidak memiliki alasan yang kuat untuk dijadikan pertimbangan, disamping bahwa perubahan status negeri adalah hal yang sudah final tercantum dalam KEPRES yang ditandatangani oleh SBY di saat masa berakhirnya jabatan presiden.



Rumor-rumor tenang goyahnya status negeri yang juga diberitakan media juga oleh karena pemotretan sepihak tentang kekuatiran karyawan yang berstatus swasta yang berumur di atas 35 tahun yang tidak memiliki peluang untuk menjadi PNS lagi. Disampaikan oleh Rektor bahwa dengan Keputusan baru dari Kementerian PAN, status pegawai swasta akan disamakan haknya seperti PNS, dengan catatan tidak mendapatkan hak pensiun, namun mekanisme mandiri untuk membuat dana pensiun juga terbuka lebar untuk bisa dikembangkan di berbagai institusi.

Rencana Pengaktifan Jurusan Teknik Tekstil dan Dukungan penuh Pengembangan Jurusan Teknik Perkapalan.

Dengan rencana pembukaan kampus baru di Subang Jawa Barat sangat memotivasi untuk kembali menghidupkan Jurusan Teknik Teklstil yang kebutuhan lulusanya sangat mendesak dibutuhklan oleh Industri Tekstil yang sekarang lebih banyak diisi oleh SDM dari India,China dan Bangladesh. Mendirikan Jurusan Teknik Tekstil di sekitar area industri tekstil adalah hal yang sangat tepat untuk dilakukan sesegera mungkin sehingga industri tekstil akan didukung penuh oleh SDM dari negeri sendiri ke depanya.

Alumni Senior dari Jurusan Tekstil Pak Bambang, Pak Agus dan Mas Himawan memberikan respon yang sangat positif tentang maksud yang diutarakan oleh Rektor dan rencana yang beberapa tahun ke belakang sudah diinisiasi oleh para Senior dari Jurusan Tekstil yang sudah melakukan komunikasi intensif dengan Rektor sebelumnya yang dimoderasi oleh Ketua Ikatan Alumni Periode 2011-2014 pak Mulyadi Widodo.

Sedangkan Jurusan Teknik Perkapalan yang masih berjalan sampai sekarang akan lebih dikembangkan lagi dengan pertimbangan bahwa mengembangkan Jurusan Teknik Perkapalan tidak harus memiliki kampus di pinggir laut oleh karena keterbatasan lahan di tepi laut dan pertimbangan akses jangkauan dari calon mahasiswa. Kita tentu harus memahami bahwa wilayah negara kita sebagian besar adalah lautan dan jurusan yang pertama-tama didirikan di UPN Veteran adalah jurusan perkapalan sebagai bagian dari sejarah yang harus tetap dihidupkan untuk tetap meninggalkan jejak aktif selamanya UPN Veteran Jakarta berdiri tentunya.

Seiring dengan pengembangan fakultas teknik dan fakultas lainya, ke depan tentunya banyak sekali yang harus diperbaiki berkait SDM, kualitas pendidikan serta sarana dan pra sarana hingga pada pembenahan birokrasi yang luwes dari tingkat Rektor ke yang paling bawah untuik bisa merespon cepat perkembangan dan pertumbuhan yang diharapkan. Dengan ketersediaan anggaran dana maka sudah seharusnya SDM yang incharge di UPNVJ tentu harus mengakselerasi kemampuanya untuk mengejar target program yang harus berlari kencang, termasuk kebutuhan sertifikasi internasional untuk mahasiswa dan lulusan UPNVJ.

Yaitu bahwa lulusan perguruan tinggi harus dibekali dengan sertifikat-sertifikat kemahiran dan keahlian, dari basic competency hingga specialist sebagai Sertifikat Pendamping Ijazah (SPI) sesuai dengan ketentuan Permendik No. 81 tahun 2014. Kualifikasi kemahiran dan keahlian dengan standar internasional tentu sangat dibutuhkan untuk kesiapan lulusan UPN Veteran Jakarta menghadapi era global yang dimulai dengan MEA 2015 dalam persaingan global di bidang SDM di Masyarakat Ekonomi ASEAN yang diharapkan memiliki kualifikasi skills yang dibutuhkan oleh dunia profesional di tingkat regional dan internasional.

Kembali ke penataan gedung di kampus Pondok Labu bahwa kondisinya sudah sangat sempit untuk aktifitas belajar mengajar, sehingga prioritas-prioritas pembangunan Sarpras dibuat dengan mempertimbangkan berbagai hal yang strategis saja, misalnya akan dibuat gedung 4 lantai untuk FISIP dan FIK.

Pertimbangan untuk tidak dibangun gedung yang tinggi di Pondok Labu adalah pertimbangan keamanan konstruksi gedung yang ada sekarang dimana dikuatirkan dapat rusak jika harus dibuat beton pancang untuk pembuatan gedung yang tinggi. sehingga fokus pembuatan gedung baru yang representatif adalah di kampus baru di Subang Jawa Barat.

Pembenahan lokasi kantin kampus yang tidak teratur dimana hampir setiap selasar kampus memiliki kantin yang dinilai tidak rapi dan mengganggu estetika, sehingga dibuatlah kantin terpadu sekaligus kantin VIP di area guest house. Tidak ketinggalan adalah perbaikan menyeluruh sarana toilet kampus yang layak untuk fasilitas kampus yang dapat menggambarkan target kebersihan kampus yang memadahi sebagai tempat pendidikan yang layak.

Dukungan Ikatan Alumni dan Majelis Alumni

Pada akhirnya, dengan perubahan status menjadi negeri, baik Ikatan Alumni maupun Majelis Alumni akan mendukung PENUH status penegerian tersebut semata-mata untuk keberpihakan pada kemajuan pendidikan di almamater UPN Veteran Jakarta menjadi Universitas yang berprestasi dengan menyumbangkan generasi terdidik terbaiknya untuk kemajuan bangsa dan negara tercinta Indonesia. 

Bangunan komunikasi birokrasi yang tengah dibangun di bawah kepemimpinan Rektor UPN Veteran Jakarta yang baru dipercaya akan mampu membuat perubahan yang signifikan dengan menghilangkan berbagai kekakuan-kekakuan birokrasi yang sudah mendarah deaging di UPN Veteran Jakarta, sehingga percepatan pengembangan program pendidikan untuk mengejar ketertinggalan dari universitas negeri lainya akan dapat dicapai lebih cepat, meskipun Rektor menyampaikan bahwa bisa saja membutuhkan waktu di atas 10 tahun untuk dapat mencapai kualitas perguruan tinggi negeri ternama. Namun patut disyukuri seperti apa yang disampaikan Rektor bahwa dari ke empat kampus negeri yang ada di Jakarta setidaknya UPNVJ berada di peringkat ke tiga dalam kualitas pendidikan.

Yang perlu untuk diketahui adalah bahwa masa jabatan Rektor Prof Eddy S. Siradj di UPN Veteran Jakarta hanya sekitar empat tahun tiga bulan sebelum akhirnya beliau harus memasuki masa pensiun, sehingga Rektor juga harus membuat program strategis untuk pengganti rektor berikutnya yang harus mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dan manajemen di kampus UPN Veteran Jakarta menjadi jauh lebih maju seperti apa yang dicanangkan. (BHD/Red)